Senin, 24 Februari 2014

Kisah Nabi Adam a.s


Setelah Allah s.w.t.menciptakan
bumi dengan gunung-
gunungnya,laut-lautannya dan
tumbuh-tumbuhannya, menciptakan
langit dengan mataharinya, bulan
dan bintang-bintangnya yang
bergemerlapan menciptakan
malaikat-malaikatnya ialah sejenis
makhluk halus yang diciptakan
untuk beribadah menjadi perantara
antara Zat Yang Maha Kuasa dengan
hamba-hamba terutama para rasul
dan nabinya maka tibalah kehendak
Allah s.w.t. untuk menciptakan
sejenis makhluk lain yang akan
menghuni dan mengisi bumi
memeliharanya menikmati tumbuh-
tumbuhannya,mengelola kekayaan
yang terpendam di dalamnya dan
berkembang biak turun-temurun
waris-mewarisi sepanjang masa
yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan
oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya
menciptakan makhluk lain
itu,mereka khuatir kalau-kalau
kehendak Allah menciptakan
makhluk yang lain itu, disebabkan
kecuaian atau kelalaian mereka
dalam ibadah dan menjalankan
tugas atau karena pelanggaran yang
mereka lakukan tanpa disadari.
Berkata mereka kepada Allah
s.w.t.:"Wahai Tuhan kami! Buat apa
Tuhan menciptakan makhluk lain
selain kami, padahal kami selalu
bertasbih, bertahmid, melakukan
ibadah dan mengagungkan nama-Mu
tanpa henti-hentinya, sedang
makhluk yang Tuhan akan ciptakan
dan turunkan ke bumi itu, nescaya
akan bertengkar satu dengan lain,
akan saling bunuh-membunuh
berebutan menguasai kekayaan alam
yang terlihat diatasnya dan
terpendam di dalamnya, sehingga
akan terjadilah kerusakan dan
kehancuran di atas bumi yang
Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan
kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu
tidak ketahui dan Aku sendirilah
yang mengetahui hikmat
penguasaan Bani Adam atas bumi-
Ku.Bila Aku telah menciptakannya
dan meniupkan roh kepada
nya,bersujudlah kamu di hadapan
makhluk baru itu sebagai
penghormatan dan bukan sebagai
sujud ibadah, karena Allah s.w.t.
melarang hamba-Nya beribadah
kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh
Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,
kering dan lumpur hitam yang
berbentuk.Setelah disempurnakan
bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan
Tuhan ke dalamnya dan berdirilah
ia tegak menjadi manusia yang
sempurna
.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan
mematuhi perintah Allah seperti
para malaikat yang lain, yang segera
bersujud di hadapan Adam sebagai
penghormatan bagi makhluk Allah
yang akan diberi amanat menguasai
bumi dengan segala apa yang hidup
dan tumbuh di atasnya serta yang
terpendam di dalamnya. Iblis
merasa dirinya lebih mulia,l ebih
utama dan lebih agung dari Adam,
karena ia diciptakan dari unsur api,
sedang Adam dari tanah dan
lumpur.Kebanggaannya dengan asal
usulnya menjadikan ia sombong dan
merasa rendah untuk bersujud
menghormati Adam seperti para
malaikat yang lain, walaupun
diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada
Iblis:"Apakah yang mencegahmu
sujud menghormati sesuatu yang
telah Aku ciptakan dengan tangan-
Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih
mulia dan lebih unggul dari
dia.Engkau ciptakan aku dari api
dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan, kecongkakan
dan pembangkangannya melakukan
sujud yang diperintahkan, maka
Allah menghukum Iblis dengan
mengusir dari syurga dan
mengeluarkannya dari barisan
malaikat dengan disertai kutukan
dan laknat yang akan melekat pada
dirinya hingga hari kiamat.Di
samping itu ia dinyatakan sebagai
penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima
dengan baik hukuman Tuhan itu
dan ia hanya mohon agar kepadanya
diberi kesempatan untuk hidup
kekal hingga hari kebangkitan
kembali di hari kiamat. Allah
meluluskan permohonannya dan
ditangguhkanlah ia sampai hari
kebangkitan,tidak berterima kasih
dan bersyukur atas pemberian
jaminan itu, bahkan sebaliknya ia
mengancam akan menyesatkan
Adam, sebagai sebab terusirnya dia
dari syurga dan dikeluarkannya dari
barisan malaikat, dan akan
mendatangi anak-anak
keturunannya dari segala sudut
untuk memujuk mereka
meninggalkan jalan yang lurus dan
bersamanya menempuh jalan yang
sesat, mengajak mereka melakukan
maksiat dan hal-hal yang
terlarang,menggoda mereka supaya
melalaikan perintah-perintah agama
dan mempengaruhi mereka agar
tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada
Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-
pengikutmu yang semuanya akan
menjadi isi neraka Jahanam dan
bahan bakar neraka. Engkau tidak
akan berdaya menyesatkan hamba-
hamba-Ku yang telah beriman
kepada Ku dengan sepenuh hatinya
dan memiliki aqidah yang mantap
yang tidak akan tergoyah oleh
rayuanmu walaupun engkau
menggunakan segala kepandaianmu
menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-
Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan
anggapan rendah para malaikat
terhadap Adam dan menyakinkan
mereka akan kebenaran hikmat-Nya
menunjuk Adam sebagai penguasa
bumi, maka diajarkanlah kepada
Adam nama-nama benda yang
berada di alam semesta, kemudian
diperagakanlah benda-benda itu di
depan para malaikat seraya:"Cubalah
sebutkan bagi-Ku nama benda-benda
itu, jika kamu benar merasa lebih
mengetahui dan lebih mengerti dari
Adam."
Para malaikat tidak berdaya
memenuhi tentangan Allah untuk
menyebut nama-nama benda yang
berada di depan mereka.Mereka
mengakui ketidak-sanggupan
mereka dengan berkata:"Maha
Agung Engkau! Sesungguhnya kami
tidak memiliki pengetahuan tentang
sesuatu kecuali apa yang Tuhan
ajakan kepada kami. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui
dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah
untuk memberitahukan nama-nama
itu kepada para malaikat dan setelah
diberitahukan oleh Adam,
berfirmanlah Allah kepada
mereka:"Bukankah Aku telah
katakan padamu bahawa Aku
mengetahui rahsia langit dan bumi
dan mengetahui apa yang kamu
lahirkan dan apa yang kamu
sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di
syurga dan baginya diciptakanlah
Hawa untuk mendampinginya dan
menjadi teman hidupnya,
menghilangkan rasa kesepiannya
dan melengkapi keperluan fitrahnya
untuk mengembangkan keturunan.
Menurut cerita para ulamat Hawa
diciptakan oleh Allah dari salah satu
tulang rusuk Adam yang disebelah
kiri diwaktu ia masih tidur sehingga
ketika ia terjaga, ia melihat Hawa
sudah berada di sampingnya. ia
ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam!
Apa dan siapakah makhluk yang
berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang
perempuan."Sesuai dengan fitrah
yang telah diilhamkan oleh Allah
kepadanya."Siapa namanya?"tanya
malaikat lagi.
"Hawa",jawab Adam."Untuk apa
Tuhan menciptakan makhluk
ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk
mendampingiku,memberi
kebahagian bagiku dan mengisi
keperluan hidupku sesuai dengan
kehendak Allah."
Allah berpesan kepada
Adam:"Tinggallah engkau bersama
isterimu di syurga,rasakanlah
kenikmatan yang berlimpah-limpah
didalamnya, rasailah dan makanlah
buah-buahan yang lazat yang
terdapat di dalamnya sepuas hatimu
dan sekehendak nasfumu.Kamu
tidak akan mengalami atau merasa
lapar,dahaga ataupun letih selama
kamu berada di dalamnya.Akan
tetapi Aku ingatkan janganlah
makan buah dari pohon ini yang
akan menyebabkan kamu celaka dan
termasuk orang-orang yang
zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu
adalah musuhmu dan musuh
isterimu, ia akan berusaha
membujuk kamu dan menyeret
kamu keluar dari syurga sehingga
hilanglah kebahagiaan yang kamu
sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang
diucapkan ketika diusir oleh Allah
dari Syurga akibat bangkangannya
dan terdorong pula oleh rasa iri hati
dan dengki terhadap Adam yang
menjadi sebab sampai ia terkutuk
dan terlaknat selama-lamanya
tersingkir dari singgahsana
kebesarannya. Iblis mulai
menunjukkan rancangan
penyesatannya kepada Adam dan
Hawa yang sedang hidup berdua di
syurga yang tenteram, damai dan
bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka
bahawa ia adalah kawan mereka dan
ingin memberi nasihat dan
petunjuk untuk kebaikan dan
mengekalkan kebahagiaan
mereka.Segala cara dan kata-kata
halus digunakan oleh Iblis untuk
mendapatkan kepercayaan Adam
dan Hawa bahawa ia betul-betul
jujur dalam nasihat dan
petunjuknya kepada mereka.Ia
membisikan kepada mereka
bahwa.larangan Tuhan kepada
mereka memakan buah-buah yang
ditunjuk itu adalah karena dengan
memakan buah itu mereka akan
menjelma menjadi malaikat dan
akan hidup kekal.Diulang-ulangilah
pujukannya dengan menunjukkan
akan harumnya bau pohon yang
dilarang indah bentuk buahnya dan
lazat rasanya.Sehingga pada
akhirnya termakanlah pujukan yang
halus itu oleh Adam dan Hawa dan
dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu
dan berfirman yang bermaksud:
"Tidakkah Aku mencegah kamu
mendekati pohon itu dan memakan
dari buahnya dan tidakkah Aku
telah ingatkan kamu bahawa syaitan
itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman
Allah itu sedarlah ia bahawa mereka
telah terlanggar perintah Allah dan
bahawa mereka telah melakukan
suatu kesalahan dan dosa
besar.Seraya menyesal berkatalah
mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami
telah menganiaya diri kami sendiri
dan telah melanggar perintah-Mu
karena terkena pujukan Iblis.
Ampunilah dosa kami karena
nescaya kami akan tergolong orang-
orang yang rugi bila Engkau tidak
mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke
Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam
dan Hawa serta mengampuni
perbuatan pelanggaran yang mereka
telah lakukan hal mana telah
melegakan dada mereka dan
menghilangkan rasa sedih akibat
kelalaian peringatan Tuhan tentang
Iblis sehingga terjerumus menjadi
mangsa pujukan dan rayuannya
yang manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram
kembali setelah menerima
pengampunan Allah dan selanjutnya
akan menjaga jangan sampai tertipu
lagi oleh Iblis dan akan berusaha
agar pelanggaran yang telah
dilakukan dan menimbulkan murka
dan teguran Tuhan itu menjadi
pengajaran bagi mereka berdua
untuk lebih berhati-hati menghadapi
tipu daya dan pujukan Iblis yang
terlaknat itu.  Harapan untuk tinggal
terus di syurga telah pudar karena
perbuatan pelanggaran perintah
Allah, hidup kembali dalam hati dan
fikiran Adam dan Hawa yang
merasa kenikmatan dan
kebahagiaan hidup mereka di
syurga tidak akan terganggu oleh
sesuatu dan bahawa redha Allah
serta rahmatnya akan tetap
melimpah di atas mereka untuk
selama-lamanya. Akan tetapi Allah
telah menentukan dalam takdir-Nya
apa yang tidak terlintas dalam hati
dan tidak terfikirkan oleh mereka.
Allah s.w.t.yang telah menentukan
dalam takdir-nya bahawa bumi yang
penuh dengan kekayaan untuk
dikelolanya, akan dikuasai kepada
manusia keturunan Adam
memerintahkan Adam dan Hawa
turun ke bumi sebagai benih
pertama dari hamba-hambanya yang
bernama manusia itu.  Berfirmanlah
Allah kepada mereka: "Turunlah
kamu ke bumi sebagian daripada
kamu menjadi musuh bagi sebagian
yang lain kamu dapat tinggal tetap
dan hidup disana sampai waktu
yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi
menghadapi cara hidup baru yang
jauh berlainan dengan hidup di
syurga yang pernah dialami dan
yang tidak akan berulang kembali.
Mereka harus menempuh hidup di
dunia yang fana ini dengan suka
dan dukanya dan akan menurunkan
umat manusia yang beraneka ragam
sifat dan tabiatnya berbeda-beda
warna kulit dan kecerdasan
otaknya.Umat manusia yang akan
berkelompok-kelompok menjadi
suku-suku dan bangsa-bangsa di
mana yang satu menjadi musuh
yang lain saling bunuh-membunuh
aniaya-menganianya dan tindas-
menindas sehingga dari waktu ke
waktu  Allah mengutus nabi-nabi-
Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin
hamba-hamba-Nya ke jalan yang
lurus penuh damai kasih sayang di
antara sesama manusia jalan yang
menuju kepada redha-Nya dan
kebahagiaan manusia di dunia dan
akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam
dalam beberapa surah di antaranya
surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga
ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11
sehingga 25
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah
Adam.
Bahawasanya hikmah yang
terkandung dalam perintah-perintah
dan larangan-larangan Allah dan
dalam apa yang diciptakannya
kadangkala tidak atau belum dapat
dicapai oleh otak manusia bahkan
oleh makhluk-Nya yang terdekat
sebagaimana telah dialami oleh para
malaikat tatkala diberitahu bahawa
Allah akan menciptakan manusia -
keturunan Adam untuk menjadi
khalifah-Nya di bumi sehingga
mereka seakan-akan berkeberatan
dan bertanya-tanya mengapa dan
untuk apa Allah menciptakan jenis
makhluk lain daripada mereka yang
sudah patuh rajin beribadat,
bertasbih, bertahmid dan
mengagungkan nama-Nya.
Bahawasanya manusia walaupun ia
telah dikurniakan kecergasan
berfikir dan kekuatan fizikal dan
mental ia tetap mempunyai
beberapa kelemahan pada dirinya
seperti sifat lalai, lupa dan
khilaf.Hal mana telah terjadi pada
diri Nabi Adam yang walaupun ia
telah menjadi manusia yang
sempurna dan dikurniakan
kedudukan yang istimewa di syurga
ia tetap tidak terhindar dari sifat-
sifat manusia yang lemah itu.Ia
telah lupa dan melalaikan
peringatan Allah kepadanya tentang
pohon terlarang dan tentang Iblis
yang menjadi musuhnya dan musuh
seluruh keturunannya, sehingga
terperangkap ke dalam tipu daya
dan terjadilah pelanggaran pertama
yang dilakukan oleh manusia
terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah
terlanjur melakukan maksiat dan
berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya
berputus asa dari rahmat dan
ampunan Tuhan asalkan ia sedar
akan kesalahannya dan bertaubat
tidak akan melakukannya
kembali.Rahmat allah dan
maghfirah-Nya dapat mencakup
segala dosa yang diperbuat oleh
hamba-Nya kecuali syirik bagaimana
pun besar dosa itu asalkan diikuti
dengan kesedaran bertaubat dan
pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu
membawa akibat kerugian dan
kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun
dari singgahsananya dilucutkan
kedudukannya sebagai seorang
malaikat dan diusir oleh Allah dari
syurga dengan disertai kutukan dan
laknat yang akan melekat kepada
dirinya hingga hari Kiamat karena
kesombongannya dan
kebanggaaannya dengan asal-
usulnya sehingga ia menganggap
dan memandang rendah kepada
Nabi Adam dan menolak untuk
sujud menghormatinya walaupun
diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diagonal Select - Hello Kitty 2