Selasa, 25 Februari 2014

Kisah Nabi Nuh a.s

RINGKASAN KISAH NABI NUH AS :

Nabi Nuh adalah
merupakan keturunan ke-9 dari Nabi
Adam AS.
Ia diangkat menjadi nabi dan rasul
pada usia 480 tahun. Ia menjalankan
misinya selama lima abad dan
meninggal dalam usia 950 tahun.
Nabi Nuh terkenal sebagai nabi yang
fasih berbicara, bijaksana, dan sabar
dalam menjalankan tugas risalahnya.
Namun demikian, ia hanya
mendapatkan pengikut antara 70
sampai 80 orang, itu pun hanya dari
kalangan orang-orang lemah.
Perahu Nabi Nuh
Melihat kaumnya yang keras kepala,
Nabi Nuh AS berdoa kepada Allah SWT
supaya kaumnya itu ditimpa musibah.
Allah SWT mengabulkan doa Nabi Nuh
AS dan memerintahkan ia dan
pengikutnya untuk membuat perahu.
Segeralah Nabi Nuh AS dan
pengikutnya membuat perahu di atas
bukit. Kaumnya yang keras kepala,
termasuk seorang anaknya yang
bernama Kana'an, terus mengolok-
olok
perbuatan Nabi Nuh AS dan kaumnya
ini. Di antara mereka bahkan ada
yang
berani buang kotoran di dalam kapal
yang belum selesai dibuat itu ketika
Nabi Nuh dan pengikutnya sedang
tidak
ada disana. Namun akibatnya perut
mereka yang buang kotoran itu
menjadi
sakit. Tak seorang pun bisa
menyembuhkannya. Dengan
merengek-
rengek mereka meminta Nabi Nuh
untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya
menyuruh mereka membersihkan
kapal
yang mereka kotori, setelah itu
mereka
pun sembuh dari sakit perutnya.
Setelah perahu Nabi Nuh AS selesai,
Nabi Nuh mengajak seluruh
pengikutnya naik ke atas kapal. Nabi
Nuh juga membawa seluruh jenis
binatang masing-masing sepasang
untuk tiap jenis. Ini supaya kelak
jenis
hewan tsb bisa berkembang biak
kembali dan tidak ikut punah.
Setelah itu, azab Allah SWT berupa
banjir besar yang dahsyat
menghanyutkan seluruh kaumnya.
Putra Nabi Nuh AS, Kana'an,
termasuk
di antara mereka. Dari atas geladak
kapal, didorong oleh hati kecilnya,
Nabi
Nuh AS berteriak memanggil anaknya
dan menyuruhnya bertobat, namun
Kana'an tetap menolak sehingga
akhirnya ia pun tenggelam.
Nabi Nuh AS sangat bersedih dan
menyesali sikap putranya yang tetap
keras kepala sampai saat terakhir
menjelang ajalnya. Ia menyampaikan
kegundahan perasaannya ini pada
Allah
SWT. Namun Allah SWT memberinya
peringatan, bahwa meskipun putranya
itu adalah keturunannya sendiri, tapi
ia
termasuk kafir karena mengingkari
ajarannya.
Setelah kaum yang durhaka itu
musnah, azab Allah SWT pun berhenti.
Kapal Nabi Nuh AS tertambat di
sebuah
bukit. Kisah Nabi Nuh AS termuat di Al
Qur'an dalam 43 ayat, 28 ayat
diantaranya terdapat dalam surat
Nuh.

Kisah Nabi Idris a.s


Nabi Idris as adalah keturunan
keenam nabi Adam as, dari Yazid
bin Mihla’iel bin Qinan bin Syits. Nabi
Idris as juga merupakan kakek
bapak dari nabi Nuh as. Nabi Idris
as diperkirakan lahir 100 tahun
setelah wafatnya nabi Adam as. Nabi
Idris AS memimpin ummat yang
masih termasuk keturunan Qobil.
Ummat ini pada waktu itu banyak
yang rusak akhlaknya, sehingga
Allah SWT menunjuk Nabi Idris AS
sebagai Nabi dan Rasul-Nya.

Allah pun memberikan mukjizat
kepadanya berupa kepandaian di
segala bidang.
Diantara mukjizat Nabi Idris adalah sebagai berikut:

1. Hebat dalam menunggang kuda.
Pada waktu itu sedikit orang
yang dapat menunggang kuda.
2. Dapat menulis. Pada waktu itu
tidak ada ummatnya yang dapat
menulis.
3. Dapat menjahit pakaian. Pada
waktu itu, belum ada yang mampu
menjahit pakaian.

Nabi Idris mendapat kitab dari Allah
SWT sebanyak 30 Shohifah. Dalam
kitab ini berisi ajaran kebenaran
seperti halnya AL Qur’an. Kitab itu
merupakan petunjuk yang
disampaikan kepada ummatnya.
Sehingga ummatnya yang sudah
rusak akhlaknya sedikit demi sedikit
kembali ke jalan yang benar. Nabi
Idris AS juga mendapat gelar
“Asadul Usud” yang berarti Singa
karena beliau tidak pernah berputus
asa dalam menjalan tugasnya
sebagai seorang Nabi. Ia tidak
pernah takut menghadapi ummatnya
yang kafir. Meskipun demikian ia
tidak pernah sombong. Ia bersifat
pema’af. Di dalam Al-Quran hanya
terdpt dua ayat tentang Nabi Idris
iaitu dalam surah Maryam ayat 56
dan 57: “Dan ceritakanlah { hai
Muhammad kepada mereka , kisah }
Idris yang terdpt tersebut di dalam
Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah
seorang yang sangat membenarkan
dan seorang nabi. 57 – Dan Kami
telah mengangkatnya ke martabat
yang tinggi.” { Maryam : 56 – 57 }.

Menjadi Nabi Di Usia 40 Tahun

Dalam literatur Islam, Idris
diangkat menjadi nabi pada usia 40
tahun, usia yang sama dengan nabi
Muhammad saw. Nabi Idris as hidup
di jaman ketika orang-orang mulai
menyembah api (kaum nabi Idris as
adalah keturunan Qabil, putra nabi
Adam as yang melakukan
pembunuhan pertama). Nabi Idris as
kemudian membagi waktunya
menjadi 2 dalam seminggu. Yakni
selama tiga hari Nabi Idris akan
mengajarkan kepada kaumnya. Dan
empat hari berikutnya, nabi Idris as
akan mencurahkan seluruh waktunya
untuk beribadah kepada Allah.

Manusia Pertama Yang Menggunakan Pena

At-Tabari (sejarawan dan pemikir
muslim) mengambarkan nabi Idris as
sebagai orang yang memiliki
kebijaksanaan yang besar dan
pengetahuan yang luas. Dialah
manusia pertama yang menggunakan
pena, mengenal tulisan, menguasai
berbagai bahasa, ilmu perhitungan,
ilmu alam, astronomi, dan lain
sebagainya. Bahkan nabi Idris as
dipercaya sebagai orang pertama
yang menguasai ilmu menjahit. Ibnu
Abbas berkata, "Dawud adalah
seorang pembuat perisai, Adam
seorang petani, Nuh seorang tukang
kayu, Idris seorang penjahit dan
Musa adalah penggembala." (dari
al-Hakim)

Hijrah Ke Mesir

Disebabkan sebagian besar umatnya
kufur, nabi Idris as mengajak
umatnya yang beriman untuk hijrah
ke Mesir. Awalnya ajakan ini ditolak
sebab umatnya khawatir Mesir negeri
yang tandus, namun akhirnya
mereka bersedia untuk turut serta
hijrah ke Mesir.

Diuji Iblis

Suatu ketika Iblis datang
mengunjungi nabi Idris as yang
sedang menjahit. Iblis lalu
menantang nabi Idris as untuk
memasukkan dunia ke dalam telur.
Nabi Idris as kemudian menjawab
bahwa Tuhannya tidak hanya mampu
memasukkan dunia ke dalam telur,
tetapi juga memasukkan dunia ke
dalam lubang jarum. Setelah berkata
demikian, nabi Idris as kemudian
langsung menusukkan jarum ke mata
Iblis. Iblis tersebut akhirnya
melarikan diri.

Dikunjungi Malaikat Izrail -
Malaikat Pencabut Nyawa

Kesalehan nabi Idris as mengundang
kekaguman para malaikat. Suatu
ketika dengan menyamar sebagai
manusia, datanglah malaikat Izrail
berkunjung ke rumah nabi Idris as.
Setelah menyampaikan salam,
malaikat Izrail dipersilahkan masuk.
Awalnya nabi Idris as tidak
menyadari bila tamunya merupakan
malaikat. Namun setelah beberapa
hari menolak untuk makan dan
tidur, nabi Idris as akhirnya dengan
hati-hati menanyakan keanehan
tersebut kepada tamunya. Alangkah
terkejutnya nabi Idris as setelah
mengetahui tamunya merupakan
malaikat Izrail. “Saya adalah Izrail,
malaikat pencabut nyawa,” kata
sang tamu. Nabi Idris as sangat
kaget. “Jadi, engkau datang untuk
mencabut nyawa saya?” tanya nabi
Idris as. Malaikat Izrail kemudian
menjelaskan kehadirannya karena
ingin lebih mengenal nabi Idris as
lebih dekat. Mengetahui hal ini nabi
Idris as kemudian memanfaatkan
kehadiran malaikat Izrail dengan
mengajukan dua permintaan.
Permintaan pertama adalah
bagaimana rasanya mati?
Permintaan kedua adalah keinginan
untuk melihat surga dan neraka.
Dengan ijin Allah, malaikat Izrail
memenuhi dua permintaan tersebut.

Rasa Sakit Kematian

Permintaan pertama nabi Idris as
adalah ingin mengetahui bagaimana
rasanya nyawa dicabut?
“Sebenarnya saya ingin merasakan
bagaimana rasanya jika nyawa
seseorang sedang di cabut,” ujar
nabi Idris. Permintaan yang aneh,
sebab umumnya manusia sangat
takut dengan kematian. Malaikat
Izrail kemudian mencabut nyawa
nabi Idris as. Setelah bangun dari
kematian nabi Idris as kemudian
ditanya bagaimana rasanya
sakaratul maut? "Sesungguhnya
ibarat terkelupasnya kulit dalam
keadaan hidup-hidup, maka rasa
sakit menghadapi maut itu lebih dari
1000 kali sakitnya." ujar nabi Idris
as. Malaikat Izrail lalu menjelaskan,
ia mencabut nyawa nabi Idris as
dengan lemah lembut seperti yang
biasa dilakukan ketika mencabut
nyawa orang-orang beriman. Karena
penasaran, kemudian nabi Idris as
bertanya bagaimana rasa kematian
orang tidak beriman. Malaikat Izrail
menjelaskan, mereka akan dicabut
nyawanya dengan rasa sakit yang
luar biasa. Rasa sakit tersebut akan
terus dirasakan hingga hari kiamat.

Melihat Surga Dan Neraka

Permintaan kedua nabi Idris as
adalah keinginannya untuk melihat
surga dan neraka. Lagi-lagi
malaikat Izrail menunjukan
keheranannya. “Ya Nabi Allah,
mengapa ingin melihat neraka?
Bahkan para malaikat pun takut
melihatnya,” sahut malaikat Izrail.
“Terus terang, saya takut sekali
kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-
mudahan, iman saya menjadi tebal
setelah melihatnya,” ujar nabi Idris
as. Setibanya di neraka, nabi Idris
as langsung pingsan tak sanggup
melihat kekejaman di neraka.
Malaikat penjaga neraka sangat
menakutkan dan menyeret semua
manusia yang durhaka kepada Allah
ke dalam berbagai siksaan yang
mengerikan. Api neraka berkobar
dahsyat, suara gemuruhnya
membuat gentar, pemandangan yang
sangat menakutkan.
Dari neraka, kemudian nabi Idris as
diantar ke surga. Malaikat Ridwan
menyambutnya dengan suka cita.
Penghuni surga akan senang bertemu
dengan malaikat Ridwan, karena ia
akan menyambutnya dengan sikap
sopan dan lemah lembut. Melihat
surga, nabi Idris as sangat
terpesona, kagum dengan
keindahannya. Berkali-kali
diucapkannya, "Subhanallah,
subhanallah, subhanallah....".
Sungai-sungai surga airnya bening
seperti kaca. Pohon-pohonnya
batangnya terbuat dari emas dan
perak. Pohon buah-buahan ada di
setiap penjuru dan buahnya segar,
ranum dan harum. Nabi Idris as juga
melihat istana-istana pualam bagi
penghuni surga. Ketika berkeliling,
nabi Idris as didampingi bidadari-
bidadari cantik dan anak-anak
muda yang wajahnya amat tampan.
Mereka semua bertingkah laku dan
bertutur kata sopan.
Nabi Idris as sangat ingin meminum
air surga, “Bolehkah saya
meminumnya? Airnya kelihatan
sejuk dan segar sekali.”. Malaikat
Izrail pun menjawab, “Silahkan
minum, inilah minuman untuk
penghuni surga.”. Maka para pelayan
surga pun datang, mereka
mengantarkan minuman air surga
menggunakan gelas berupa piala
yang terbuat dari emas dan perak.
Nabi Idris as pun meminum air surga
itu dengan penuh nikmat.
“Alhamdulillah, alhamdulillah,
alhamdulillah....,”, nabi Idris as
bersyukur berulang-ulang.
Wafatnya Nabi Idris as
Dikisahkan nabi Idris as hidup
hingga umur 365 tahun dan
berteman erat dengan malaikat
penghuni surga. Malaikat tersebut
kemudian membawanya ke langit
namun terhenti di langit keempat.
Mereka bertemu dengan malaikat
maut. Malaikat tersebut bertanya
kepada malaikat maut, berapa sisa
umur nabi Idris as? Malaikat maut
kemudian bertanya, dimanakah nabi
Idris karena dirinya telah
diperintahkan untuk mencabut
nyawanya. Akhirnya nabi Idris
meninggal dan tetap berada di
langit keempat.

Diantara beberapa nasihat dan
kata-kata mutiaranya Nabi Idris
adalah:
1. Kesabaran yang disertai iman
kepada Allah s.w.t. membawa
kemenangan.
2. Orang yang bahagia ialah orang
yang berwaspada dan
mengharapkan syafaat dari
Tuhannya dengan amal-amal
solehnya.
3. Bila kamu memohon sesuatu
kepada Allah s.w.t. dan berdoa
maka ikhlaskanlah niatmu
demikian pula puasa dan solatmu.
4. Janganlah bersumpah dalam
keadaan kamu berdusta dan
janganlah menuntut sumpah dari
orang yang berdusta agar kamu
tidak menyekutui mereka dalam
dosa.
5. Taatlah kepada raja-rajamu
dan tunduklah kepada
pembesar-pembesarmu serta
penuhilah selalu mulut-mulutmu
dengan ucapan syukur dan puji
kepada Allah s.w.t.
6. Janganlah iri hati kepada orang-
orang yang baik nasibnya, karena
mereka tidak akan banyak dan
lama menikmati kebaikan
nasibnya.
7. Barang siapa melampaui
kesederhanaan tidak sesuatu pun
akan memuaskannya.
8. Tanpa membagi-bagikan nikmat
yang diperolehnya seorang tidak
dapat bersyukur kepada Allah
s.w.t. atas nikmat-nikmat yang
diperolehinya itu.

Dalam hubungan dengan firman
Allah s.w.t. bahawa Nabi Idris
diangkat kemartabat tinggi. Ibnu Abi
Hatim dalam tafsirnya
meriwayatkan bahawa Nabi Idris
wafat tatkala berada di langit
keempat dibawa oleh seorang
Malaikat. Wallahu a'alam bissawab.
Sumber : http://al-
syahbana.blogspot.com/2012/12/
cerita-nabi-idris-as.html

Senin, 24 Februari 2014

Kisah Nabi Adam a.s


Setelah Allah s.w.t.menciptakan
bumi dengan gunung-
gunungnya,laut-lautannya dan
tumbuh-tumbuhannya, menciptakan
langit dengan mataharinya, bulan
dan bintang-bintangnya yang
bergemerlapan menciptakan
malaikat-malaikatnya ialah sejenis
makhluk halus yang diciptakan
untuk beribadah menjadi perantara
antara Zat Yang Maha Kuasa dengan
hamba-hamba terutama para rasul
dan nabinya maka tibalah kehendak
Allah s.w.t. untuk menciptakan
sejenis makhluk lain yang akan
menghuni dan mengisi bumi
memeliharanya menikmati tumbuh-
tumbuhannya,mengelola kekayaan
yang terpendam di dalamnya dan
berkembang biak turun-temurun
waris-mewarisi sepanjang masa
yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan
oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya
menciptakan makhluk lain
itu,mereka khuatir kalau-kalau
kehendak Allah menciptakan
makhluk yang lain itu, disebabkan
kecuaian atau kelalaian mereka
dalam ibadah dan menjalankan
tugas atau karena pelanggaran yang
mereka lakukan tanpa disadari.
Berkata mereka kepada Allah
s.w.t.:"Wahai Tuhan kami! Buat apa
Tuhan menciptakan makhluk lain
selain kami, padahal kami selalu
bertasbih, bertahmid, melakukan
ibadah dan mengagungkan nama-Mu
tanpa henti-hentinya, sedang
makhluk yang Tuhan akan ciptakan
dan turunkan ke bumi itu, nescaya
akan bertengkar satu dengan lain,
akan saling bunuh-membunuh
berebutan menguasai kekayaan alam
yang terlihat diatasnya dan
terpendam di dalamnya, sehingga
akan terjadilah kerusakan dan
kehancuran di atas bumi yang
Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan
kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu
tidak ketahui dan Aku sendirilah
yang mengetahui hikmat
penguasaan Bani Adam atas bumi-
Ku.Bila Aku telah menciptakannya
dan meniupkan roh kepada
nya,bersujudlah kamu di hadapan
makhluk baru itu sebagai
penghormatan dan bukan sebagai
sujud ibadah, karena Allah s.w.t.
melarang hamba-Nya beribadah
kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh
Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,
kering dan lumpur hitam yang
berbentuk.Setelah disempurnakan
bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan
Tuhan ke dalamnya dan berdirilah
ia tegak menjadi manusia yang
sempurna
.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan
mematuhi perintah Allah seperti
para malaikat yang lain, yang segera
bersujud di hadapan Adam sebagai
penghormatan bagi makhluk Allah
yang akan diberi amanat menguasai
bumi dengan segala apa yang hidup
dan tumbuh di atasnya serta yang
terpendam di dalamnya. Iblis
merasa dirinya lebih mulia,l ebih
utama dan lebih agung dari Adam,
karena ia diciptakan dari unsur api,
sedang Adam dari tanah dan
lumpur.Kebanggaannya dengan asal
usulnya menjadikan ia sombong dan
merasa rendah untuk bersujud
menghormati Adam seperti para
malaikat yang lain, walaupun
diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada
Iblis:"Apakah yang mencegahmu
sujud menghormati sesuatu yang
telah Aku ciptakan dengan tangan-
Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih
mulia dan lebih unggul dari
dia.Engkau ciptakan aku dari api
dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan, kecongkakan
dan pembangkangannya melakukan
sujud yang diperintahkan, maka
Allah menghukum Iblis dengan
mengusir dari syurga dan
mengeluarkannya dari barisan
malaikat dengan disertai kutukan
dan laknat yang akan melekat pada
dirinya hingga hari kiamat.Di
samping itu ia dinyatakan sebagai
penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima
dengan baik hukuman Tuhan itu
dan ia hanya mohon agar kepadanya
diberi kesempatan untuk hidup
kekal hingga hari kebangkitan
kembali di hari kiamat. Allah
meluluskan permohonannya dan
ditangguhkanlah ia sampai hari
kebangkitan,tidak berterima kasih
dan bersyukur atas pemberian
jaminan itu, bahkan sebaliknya ia
mengancam akan menyesatkan
Adam, sebagai sebab terusirnya dia
dari syurga dan dikeluarkannya dari
barisan malaikat, dan akan
mendatangi anak-anak
keturunannya dari segala sudut
untuk memujuk mereka
meninggalkan jalan yang lurus dan
bersamanya menempuh jalan yang
sesat, mengajak mereka melakukan
maksiat dan hal-hal yang
terlarang,menggoda mereka supaya
melalaikan perintah-perintah agama
dan mempengaruhi mereka agar
tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada
Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-
pengikutmu yang semuanya akan
menjadi isi neraka Jahanam dan
bahan bakar neraka. Engkau tidak
akan berdaya menyesatkan hamba-
hamba-Ku yang telah beriman
kepada Ku dengan sepenuh hatinya
dan memiliki aqidah yang mantap
yang tidak akan tergoyah oleh
rayuanmu walaupun engkau
menggunakan segala kepandaianmu
menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-
Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan
anggapan rendah para malaikat
terhadap Adam dan menyakinkan
mereka akan kebenaran hikmat-Nya
menunjuk Adam sebagai penguasa
bumi, maka diajarkanlah kepada
Adam nama-nama benda yang
berada di alam semesta, kemudian
diperagakanlah benda-benda itu di
depan para malaikat seraya:"Cubalah
sebutkan bagi-Ku nama benda-benda
itu, jika kamu benar merasa lebih
mengetahui dan lebih mengerti dari
Adam."
Para malaikat tidak berdaya
memenuhi tentangan Allah untuk
menyebut nama-nama benda yang
berada di depan mereka.Mereka
mengakui ketidak-sanggupan
mereka dengan berkata:"Maha
Agung Engkau! Sesungguhnya kami
tidak memiliki pengetahuan tentang
sesuatu kecuali apa yang Tuhan
ajakan kepada kami. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui
dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah
untuk memberitahukan nama-nama
itu kepada para malaikat dan setelah
diberitahukan oleh Adam,
berfirmanlah Allah kepada
mereka:"Bukankah Aku telah
katakan padamu bahawa Aku
mengetahui rahsia langit dan bumi
dan mengetahui apa yang kamu
lahirkan dan apa yang kamu
sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di
syurga dan baginya diciptakanlah
Hawa untuk mendampinginya dan
menjadi teman hidupnya,
menghilangkan rasa kesepiannya
dan melengkapi keperluan fitrahnya
untuk mengembangkan keturunan.
Menurut cerita para ulamat Hawa
diciptakan oleh Allah dari salah satu
tulang rusuk Adam yang disebelah
kiri diwaktu ia masih tidur sehingga
ketika ia terjaga, ia melihat Hawa
sudah berada di sampingnya. ia
ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam!
Apa dan siapakah makhluk yang
berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang
perempuan."Sesuai dengan fitrah
yang telah diilhamkan oleh Allah
kepadanya."Siapa namanya?"tanya
malaikat lagi.
"Hawa",jawab Adam."Untuk apa
Tuhan menciptakan makhluk
ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk
mendampingiku,memberi
kebahagian bagiku dan mengisi
keperluan hidupku sesuai dengan
kehendak Allah."
Allah berpesan kepada
Adam:"Tinggallah engkau bersama
isterimu di syurga,rasakanlah
kenikmatan yang berlimpah-limpah
didalamnya, rasailah dan makanlah
buah-buahan yang lazat yang
terdapat di dalamnya sepuas hatimu
dan sekehendak nasfumu.Kamu
tidak akan mengalami atau merasa
lapar,dahaga ataupun letih selama
kamu berada di dalamnya.Akan
tetapi Aku ingatkan janganlah
makan buah dari pohon ini yang
akan menyebabkan kamu celaka dan
termasuk orang-orang yang
zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu
adalah musuhmu dan musuh
isterimu, ia akan berusaha
membujuk kamu dan menyeret
kamu keluar dari syurga sehingga
hilanglah kebahagiaan yang kamu
sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang
diucapkan ketika diusir oleh Allah
dari Syurga akibat bangkangannya
dan terdorong pula oleh rasa iri hati
dan dengki terhadap Adam yang
menjadi sebab sampai ia terkutuk
dan terlaknat selama-lamanya
tersingkir dari singgahsana
kebesarannya. Iblis mulai
menunjukkan rancangan
penyesatannya kepada Adam dan
Hawa yang sedang hidup berdua di
syurga yang tenteram, damai dan
bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka
bahawa ia adalah kawan mereka dan
ingin memberi nasihat dan
petunjuk untuk kebaikan dan
mengekalkan kebahagiaan
mereka.Segala cara dan kata-kata
halus digunakan oleh Iblis untuk
mendapatkan kepercayaan Adam
dan Hawa bahawa ia betul-betul
jujur dalam nasihat dan
petunjuknya kepada mereka.Ia
membisikan kepada mereka
bahwa.larangan Tuhan kepada
mereka memakan buah-buah yang
ditunjuk itu adalah karena dengan
memakan buah itu mereka akan
menjelma menjadi malaikat dan
akan hidup kekal.Diulang-ulangilah
pujukannya dengan menunjukkan
akan harumnya bau pohon yang
dilarang indah bentuk buahnya dan
lazat rasanya.Sehingga pada
akhirnya termakanlah pujukan yang
halus itu oleh Adam dan Hawa dan
dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu
dan berfirman yang bermaksud:
"Tidakkah Aku mencegah kamu
mendekati pohon itu dan memakan
dari buahnya dan tidakkah Aku
telah ingatkan kamu bahawa syaitan
itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman
Allah itu sedarlah ia bahawa mereka
telah terlanggar perintah Allah dan
bahawa mereka telah melakukan
suatu kesalahan dan dosa
besar.Seraya menyesal berkatalah
mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami
telah menganiaya diri kami sendiri
dan telah melanggar perintah-Mu
karena terkena pujukan Iblis.
Ampunilah dosa kami karena
nescaya kami akan tergolong orang-
orang yang rugi bila Engkau tidak
mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke
Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam
dan Hawa serta mengampuni
perbuatan pelanggaran yang mereka
telah lakukan hal mana telah
melegakan dada mereka dan
menghilangkan rasa sedih akibat
kelalaian peringatan Tuhan tentang
Iblis sehingga terjerumus menjadi
mangsa pujukan dan rayuannya
yang manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram
kembali setelah menerima
pengampunan Allah dan selanjutnya
akan menjaga jangan sampai tertipu
lagi oleh Iblis dan akan berusaha
agar pelanggaran yang telah
dilakukan dan menimbulkan murka
dan teguran Tuhan itu menjadi
pengajaran bagi mereka berdua
untuk lebih berhati-hati menghadapi
tipu daya dan pujukan Iblis yang
terlaknat itu.  Harapan untuk tinggal
terus di syurga telah pudar karena
perbuatan pelanggaran perintah
Allah, hidup kembali dalam hati dan
fikiran Adam dan Hawa yang
merasa kenikmatan dan
kebahagiaan hidup mereka di
syurga tidak akan terganggu oleh
sesuatu dan bahawa redha Allah
serta rahmatnya akan tetap
melimpah di atas mereka untuk
selama-lamanya. Akan tetapi Allah
telah menentukan dalam takdir-Nya
apa yang tidak terlintas dalam hati
dan tidak terfikirkan oleh mereka.
Allah s.w.t.yang telah menentukan
dalam takdir-nya bahawa bumi yang
penuh dengan kekayaan untuk
dikelolanya, akan dikuasai kepada
manusia keturunan Adam
memerintahkan Adam dan Hawa
turun ke bumi sebagai benih
pertama dari hamba-hambanya yang
bernama manusia itu.  Berfirmanlah
Allah kepada mereka: "Turunlah
kamu ke bumi sebagian daripada
kamu menjadi musuh bagi sebagian
yang lain kamu dapat tinggal tetap
dan hidup disana sampai waktu
yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi
menghadapi cara hidup baru yang
jauh berlainan dengan hidup di
syurga yang pernah dialami dan
yang tidak akan berulang kembali.
Mereka harus menempuh hidup di
dunia yang fana ini dengan suka
dan dukanya dan akan menurunkan
umat manusia yang beraneka ragam
sifat dan tabiatnya berbeda-beda
warna kulit dan kecerdasan
otaknya.Umat manusia yang akan
berkelompok-kelompok menjadi
suku-suku dan bangsa-bangsa di
mana yang satu menjadi musuh
yang lain saling bunuh-membunuh
aniaya-menganianya dan tindas-
menindas sehingga dari waktu ke
waktu  Allah mengutus nabi-nabi-
Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin
hamba-hamba-Nya ke jalan yang
lurus penuh damai kasih sayang di
antara sesama manusia jalan yang
menuju kepada redha-Nya dan
kebahagiaan manusia di dunia dan
akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam
dalam beberapa surah di antaranya
surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga
ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11
sehingga 25
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah
Adam.
Bahawasanya hikmah yang
terkandung dalam perintah-perintah
dan larangan-larangan Allah dan
dalam apa yang diciptakannya
kadangkala tidak atau belum dapat
dicapai oleh otak manusia bahkan
oleh makhluk-Nya yang terdekat
sebagaimana telah dialami oleh para
malaikat tatkala diberitahu bahawa
Allah akan menciptakan manusia -
keturunan Adam untuk menjadi
khalifah-Nya di bumi sehingga
mereka seakan-akan berkeberatan
dan bertanya-tanya mengapa dan
untuk apa Allah menciptakan jenis
makhluk lain daripada mereka yang
sudah patuh rajin beribadat,
bertasbih, bertahmid dan
mengagungkan nama-Nya.
Bahawasanya manusia walaupun ia
telah dikurniakan kecergasan
berfikir dan kekuatan fizikal dan
mental ia tetap mempunyai
beberapa kelemahan pada dirinya
seperti sifat lalai, lupa dan
khilaf.Hal mana telah terjadi pada
diri Nabi Adam yang walaupun ia
telah menjadi manusia yang
sempurna dan dikurniakan
kedudukan yang istimewa di syurga
ia tetap tidak terhindar dari sifat-
sifat manusia yang lemah itu.Ia
telah lupa dan melalaikan
peringatan Allah kepadanya tentang
pohon terlarang dan tentang Iblis
yang menjadi musuhnya dan musuh
seluruh keturunannya, sehingga
terperangkap ke dalam tipu daya
dan terjadilah pelanggaran pertama
yang dilakukan oleh manusia
terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah
terlanjur melakukan maksiat dan
berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya
berputus asa dari rahmat dan
ampunan Tuhan asalkan ia sedar
akan kesalahannya dan bertaubat
tidak akan melakukannya
kembali.Rahmat allah dan
maghfirah-Nya dapat mencakup
segala dosa yang diperbuat oleh
hamba-Nya kecuali syirik bagaimana
pun besar dosa itu asalkan diikuti
dengan kesedaran bertaubat dan
pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu
membawa akibat kerugian dan
kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun
dari singgahsananya dilucutkan
kedudukannya sebagai seorang
malaikat dan diusir oleh Allah dari
syurga dengan disertai kutukan dan
laknat yang akan melekat kepada
dirinya hingga hari Kiamat karena
kesombongannya dan
kebanggaaannya dengan asal-
usulnya sehingga ia menganggap
dan memandang rendah kepada
Nabi Adam dan menolak untuk
sujud menghormatinya walaupun
diperintahkan oleh Allah s.w.t.

TATACARA SHOLAT JENAZAH DAN SHOLAT GHOIB

SHALAT JENAZAH (FARDU KIFAYAH).
Syarat-syaratnya :
a. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani
b. Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.
c. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.
Rukun dan cara mengerjakannya.
Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.
a. Niat
Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut :
“Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”
Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut :
“Ushalli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”
Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
b. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua : Allahu Akbar.
c. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:
“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammadin” artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”
d. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do’a minimal sebagai berikut :
“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu”
Artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia
Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.
e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do’a minimal :
“Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”
Artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”
f. Salam
SHALAT GHAIB (FARDU KIFAYAH).
Yaitu shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya :
“Ushalli ‘alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba’a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta’alaa”
Artinya : “aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
Fulanin diganti dengan nama mayat yang dishalati.
Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah
***
Dari berbagai sumber

MACAM-MACAM SHOLAT SUNNAH

1. Shalat sunat rawatib

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ »
“Tidak ada seorang muslim yang melakukan shalat karena Allah dalam setiap harinya sebanyak 12 rak’at; yakni shalat sunat yang bukan fardhu, kecuali Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga atau akan dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Yaitu 4 rak’at sebelum Zhuhur dan 2 rak’at setelahnya, 2 rak’at setelah Maghrib, 2 rak’at setelah Isya dan 2 rak’at sebelum shalat Shubuh sehingga jumlahnya 12. Bisa juga sebelum Zhuhur 2 rak’at, sehingga jumlahnya 10.

2. Shalat malam

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ » . 
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram (yakni tanggal sepuluh dengan sembilannya), dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

3. Shalat Dhuha


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى » .
“Pada pagi hari setiap persendian kamu harus bersedekah; setiap tasbih adalah sedekah. Setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan Laailaahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar juga sedekah dan hal itu bisa terpenuhi oleh dua rak’at yang dikerjakannya di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)
Jumlah shalat Dhuha bisa 2 rak’at, 4 rak’at, 6 rak’at, 8 rak’at maupun 12 rak’at.

4. Shalat dua rak’at setelah wudhu’

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » . 
“Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rak’at dengan khusyu’ melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Shalat tahiyyatul masjid

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid, maka janganlah duduk sampai ia shalat dua rak’at.” (HR. Bukhari)
Zhahir hadits ini adalah wajibnya shalat tahiyyatul masjid, namun jumhur ulama berpendapat bahwa hukumnya sunat.

6. Shalat antara azan dan iqamat


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Antara dua azan (azan dan iqamat) ada shalat, antara dua azan ada shalat,” pada ketiga kalinya Beliau mengatakan, “Bagi siapa saja yang mau.” (HR. Bukhari)

7. Shalat tobat


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْباً ثُمَّ يَقُوْمُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ
“Tidak ada seseorang yang melakukan suatu dosa, kemudian ia berdiri dan berwudhu, lalu shalat. Setelah itu, ia meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.”
Kemudian Beliau membacakan surat Ali Imran: 135. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, dan dihasankan oleh Al Albani)

8. Shalat qabliyyah Jum’at

Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّىَ مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ » . 
“Barang siapa yang mandi kemudian menghadiri shalat Jum’at, sebelumnya ia shalat semampunya, lalu ia diam sampai khatib menyelesaikan khutbahnya, kemudian ia shalat bersamanya, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jum’at yang satu ke Jum’at berikutnya dengan ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Shalat ini tidak dilakukan setelah azan dikumandangkan, tetapi sebelumnya sampai khatib datang.

9. Shalat ba’diyyah Jum’at

Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا » . 
“Apabila salah seorang di antara kamu shalat Jum’at, maka kerjakanlah setelahnya empat rak’at.” (HR. Muslim)
Bisa juga ia kerjakan hanya dua rak’at karena Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam pernah melakukannya.

10. Shalat sunat di masjid sepulang safar

Ka’ab bin Malik mengatakan: Beliau –yakni Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam- apabila pulang dari safar, memulai datang ke masjid, lalu shalat dua rak’at, kemudian duduk menghadap orang-orang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Shalat Istikharah (meminta pilihan)


Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu ingin melakukan suatu perbuatan, maka lakukanlah shalat dua rak’at bukan di shalat fardhu. Setelah itu ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ ُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي 
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan kepada-Mu, meminta upaya dengan kekuasaan-Mu. Aku meminta kepada-Mu di antara karunia-Mu yang besar. Engkau kuasa, aku tidak kuasa, Engkau Mengetahu aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, jika hal ini (ia sebutkan pilihannya) baik untukku, agamaku, duniaku dan akibatnya, cepat atau lambat, maka taqdirkanlah buatku dan mudahkanlah ia, kemudian berikanlah keberkahan kepadanya. Namun, apabila hal itu buruk buatku baik untuk agamaku, duniaku dan akibatnya, cepat atau lambat, maka hindarkanlah ia dariku dan hindarkanlah aku darinya, taqdirkanlah untukku yang baik di manapun aku berada, lalu ridhailah aku.” (HR. Bukhari)
Jika melihat kandungan doa istikharah di atas, menunjukkan bahwa seseorang melakukan sholat istikharah ini ketika telah memilih suatu perbuatan, ketika itulah disyari’atkan shalat istikharah, kemudian ia melanjutkan perbuatan yang dipilihnya itu baik hatinya tentram maupun tidak.

12. Shalat gerhana


Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena hidupnya. Apabila kamu melihatnya berdoalah kepada Allah dan lakukanlah shalat sampai hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jumlahnya dua rak’at, dilakukan secara berjama’ah. Masing-masing rak’at dua kali ruku’ dan dua kali berdiri (pada setiap berdiri membaca Al Fatihah dan surat).
Setelah melakukan shalat imam disunnahkan untuk berkhutbah, menasehati orang-orang, mendorong mereka untuk beristighfar dan beramal shalih.

13. Shalat isyraq


Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ، تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً "
“Barang siapa shalat Subuh berjama’ah, lalu duduk berdzikr mengingat Allah sampai matahari terbit. Setelah itu ia shalat dua rak’at, maka ia akan mendapatkan pahala seperti satu kali hajji dan umrah secara sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Shalat ini dikerjakan pada waktu dhuha di bagian awalnya ketika matahari terbit setinggi satu tombak (jarak antara terbit matahari/syuruq dengan setinggi satu tombak kira-kira ¼ jam).
Catatan:
- Shalat sunat lebih utama di rumah.
- Shalat sunat boleh sambil duduk meskipun ia mampu berdiri. Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنْ صَلَّى قَائِماً فَهُوَ أَفْضَلُ، وَمَنْ صَلَّى قَاعِداً فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ اْلقَائِمِ
“Jika seseorang shalat sambil berdiri, maka itu lebih utama. Barang siapa yang shalat sambil duduk, maka ia akan mendapatkan separuh pahala orang yang shalat sambil berdiri.” (HR. Bukhari)
- Demikian juga dibolehkan “shalat sunat” di atas kendaraan, ketika takbiratul ihram ia menghadapkan kendaraan ke kiblat. Setelah itu, terserah kendaraannya menghadap ke mana saja.
Beberapa shalat sunat yang tidak ada tuntunannya
Di antara shalat sunat yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah shalat Futuhul quluub, shalat lihurmati Rasuulillah, shalat Nishfu Sya’ban, shalat Raghaa’ib, shalat Kifayah, Shalat ru’yatin Nabi.

Maraaji’: Ash Shalawat ghairu mafruudhah (terb. Darul wathan), As Sunan wal mubtada’at (M. Abdus Salam) dll.
Diagonal Select - Hello Kitty 2